𝙈𝙄𝙉𝙐𝙏 – Jelang hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru, tabung gas LPG 3 Kg mulai terjadi kelangkaan.
Baru-baru ini yang terjadi di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) , warga merasa kecewa saat ke pangkalan lpg, karena pihak pangkalan selalu mengatakan stok kosong.
Tapi anehnya, disejumlah warung dan pengecer lainnya tersedia tabung gas 3 kg subsidi pemerintah yang dipatok dengan harga Rp.25.000, padahal harga jual sebenarnya Rp.18.000.
Dengan kejadian ini, Aktivis Sulut 𝑾𝒊𝒍𝒍𝒊𝒂𝒎 𝑳𝒖𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 meminta pihak terkait untuk memberikan sanksi kepada oknum pangkalan yang melakukan praktik-praktik kotor dan merugikan masyarakat.
“Jelang Nataru saya minta PT Pertamina Petra Niaga memantau penyaluran gas LPG 3 kg agar tepat sasaran, dan cabut izin pangkalan ‘nakal’ , pangkalan yang sehursnya menjadi jembatan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, tapi ‘main mata’ dengan pengecer dan pastinya mereka menjual kepada pengecer di atas Rp.18.000,” tegas Luntungan
Luntungan juga menjelaskan bahwa gas lpg 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran.
(**)






