𝙈𝙄𝙉𝙐𝙏 – Perangkat Desa Talawaan Atas dipimpin langsung Hukum Tua 𝑭𝒆𝒌𝒚 𝑲𝒂𝒔𝒊𝒉𝒊𝒅𝒊 mengolah lahan melalui program 1 Desa 1 hektar ditanami tanaman Jagung.
Kegiatan ini merupakan upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di Desa Talawaan Atas.
Kasihidi mengatakan, penanaman tanaman jagung merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah yang menjadi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan Pangan.

”Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung sebagai komoditas unggulan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan yang ada di kabupaten Minahasa terutama desa Talawaan Atas,” ujar Hukum Tua
Selain aspek ekonomi, program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan.
Sementara, Camat Wori 𝑲𝒓𝒊𝒔𝒕𝒊𝒂𝒏𝒂 𝑱 𝑫𝒐𝒐𝒅𝒐𝒉 menyebutkan ini adalah lahan desa Talawaan Atas, jaga 3 besaran luasnya 1,1 hektare. Untuk Talawaan Atas ada 5 jaga dan masing masing jaga sudah memiliki lokasi ketahanan pangan menanam jagung.
Diketahui, 2 lahan talawaan atas di garap yakni 1 lahan sudah ditanami jagung yang berusia 20 hari, 1 lahan baru akan ditanami dan 3 lahan dalam proses pembersihan untuk persiapan penanaman jagung.

Jadi, khusus untuk jaga 3 ini sudah ditanam jagung serta bertumbuh memasuki usia 20 hari masa tanam. Nanti tinggal menunggu masa panen dengan usia 4 bulan.
”Saya minta petani atau perangkat desa Talawaan atas untuk menjaga, di beri pupuk dan dibersihkan agar hasil panennya yang baik.” ucap Doodoh

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan terlibat dalam program pertanian, pemerintah kecamatan menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan rakyat dan mempererat hubungan dengan masyarakat.
”Melalui program 1 desa 1 hektar lahan jagung, diharapkan kabupaten minahasa utara khususnya kecamatan wori dapat menjadi salah satu penghasil jagung. Keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama antara pemerintah Daerah, Kecamatan dan Desa dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.” tutup Camat Wori
(**)






