𝙈𝙄𝙉𝙐𝙏 – Pemerintah Desa bersama seluruh masyarakat Wanua Dimembe menggelar Upacara Adat Dumian Wanua Dimembe yang berarti Pembersihan Kampung dari Segala Bencana Negatif, Jumat (23/01/2026).
Upacara ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Desa Dimembe. Tradisi turun-temurun ini yang sarat makna budaya dan nilai-nilai leluhur.
Daniel Doodoh salah satu Tokoh adat Desa Dimembe, menegaskan bahwa Upacara Adat Dumian bukan sekadar ritual seremonial, melainkan bagian penting dari kehidupan masyarakat.


Upacara Dumian mengajarkan kita untuk selalu menghargai leluhur, menjaga kebersamaan, dan hidup selaras dengan alam. Nilai-nilai ini yang harus terus diwariskan kepada anak cucu kita,” ujarnya
Tradisi ini sudah rutin digelar setiap tahunnya, juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Terpisah, Hukum Tua Desa Dimembe 𝑴𝒂𝒓𝒏𝒚 𝑪𝒉𝒊𝒏𝒕𝒊𝒂 𝑷𝒂𝒏𝒈𝒂𝒍𝒊𝒍𝒂 mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan upacara adat tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan fondasi penting dalam membangun karakter dan jati diri desa ungkapnya.
“Kami berharap tradisi Dumian terus dilestarikan dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Dimembe, sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang,” ungkapnya
Untuk itu, melalui Upacara Adat Dumian masyarakat Desa Dimembe kembali meneguhkan komitmen untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya leluhur agar tetap hidup dan relevan dalam kehidupan sosial masyarakat saat ini.
(**)






