𝙈𝙄𝙉𝙐𝙏 – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak sore hingga malam hari menyebabkan kerusakan permukiman di sejumlah desa khusunya di Desa Darunu Kecamatan Wori, Selasa (06/1/2026).
Menindaklanjuti laporan kejadian, Bupati Minahasa Utara dalam hal ini diwakili Camat Wori 𝑶𝒌𝒕𝒂𝒗𝒊𝒂𝒏𝒖𝒔 𝑴𝒂𝒚𝒖𝒏𝒕𝒖 𝑺𝑺𝑻𝑷 𝑴𝑺𝒊 melakukan peninjauan langsung ke Desa Darunu dan menyerahkan paket sembako untuk dua keluarga terdampak bencana alam angin kencang.
Camat Oktavianus menyampaikan keprihatinan dan empati atas kondisi yang dialami warga. Ia menyebut, hujan intensitas tinggi dan angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah rusak, pohon tumbang, serta gangguan akses jalan.
“Atas nama Pemkab Minahasa Utara Pemerintah kecamatan Wori, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Semoga warga terdampak diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” tuturnya
Pada kesempatan tersebut, Mayuntu memberikan Pemerintah Desa, serta seluruh pihak terkait yang sigap merespons laporan kejadian.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG dan BPBD Minut, potensi hujan deras disertai angin kencang diperkirakan masih akan sering terjadi hingga awal tahun 2026. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas.
Terpisah, Hukum Tua Desa Darunu 𝑹𝒖𝒅𝒊 𝑩 𝑱𝒂𝒄𝒐𝒃𝒖𝒔 menyampaikan banyak Terimakasih Bupati Minahasa Utara Bpk Joune Ganda SE MAP MM M.Si, Wakil Bupati Kevin W. Lotulung SH, MH, Camat Oktavianus Mayuntu SSTP MSi,Ketua PPK Desa Wisata Darunu Mouren Kantale Mewakili Dinas Pangan Minahasa Utara, Sudah datang melihat langsung keberadaan 2 keluarga yang terdampak bencana alam angin kencang di desa kami. Tuhan balas berkat.
Kita tak perna tau kapan waktu mengalami bencana, Maka berserahlah kepadaNya sang pencipta kehidupan DIA yang akan menjaga dan melindungi kita semua.
”Bagi keluarga yang mengalami bencana kiranya di kuatkan dan tetap mengucap syukur dalam segala hal.” ucapnya
Jacobus juga terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan gunakan/minta hikmat Tuhan dalam beraktivitas selama musim penghujan.
”Minta Tuhan jaga dan lindungi torang semua,” kunci Hukum Tua Desa Darunu
(**)






