𝙈𝙄𝙉𝙐𝙏 – Konfrensi Cabang (Konfercab) IV Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Minahasa Utara (Minut) Tahun 2025 berlangsung di Kantor DPRD Minut, Sabtu (13/12/2025).
Konfercab Muslimat dibuka oleh Ketua Muslimat NU Sulawesi Utara (Sulut) 𝑯𝒋𝒂. 𝑫𝒓𝒂. 𝑺𝒂𝒓𝒕𝒋𝒆 𝑴𝒐𝒌𝒐𝒈𝒊𝒏𝒕𝒂.
Dikesempatan itu, Ketua Muslimat NU Sulut mengatakan dengan kemurahan dari Allah SWT kita dari muslimat tidak ada unsur kepentingan.



Insyaallah jika sudah terpilih nanti, tentunya tugas pertama yang akan dilaksanakan oleh ketua terpilih adalah pembentukan PAC. Dan anggaran Dasar/anggaran rumah tangga pada tahun 2016 sampai 2021 sampai terpakai tahun 2023, SK PAC ditandatangani oleh ketua PC tetapi begitu ada perubahan waktu konfrensi tahun 2025 bulan Februari di surabaya, maka SK PAC itu ditandatangani oleh ketua PW.
”Jadi, atas rekom atau susunan dari PAC kecamatan ditujukan kepada PC baru diberikan rekomendasi untuk penandatanganan SK PAC di kecamatan kecamatan se sulawesi utara.” ujar Ha Dra Sartje
Kemudian, dilanjutkan dengan pemilihan ketua Muslimat NU Minahasa Utara, dimana dari 8 kecamatan yang mengikuti konfercab diantaranya Kalawat, Airmadidi, Dimembe, Kauditan, Wori, Talawaan, likupang Barat dan Likupang Timur memilih Hja Soeprapti Djumangin sebagai Ketua Muslimat NU Kabupaten Minahasa utara periode 2025 sampai 2030 secara aklamasi.
Usai terpilih sebagai ketua Muslimat NU Minut Soeprapti menyampaikan kembali visi misinya kedepan dimana akan menjadikan Muslimat di Kabupaten Minut pintar dan sholeha.
”Jadi, apa yang salah apa yang kurang kita harus banyak belajar. Saya mengundang Ibu-ibu dari Muslimat Provinsi karena kita di kabupaten harus patuhi apa yang disampaikan oleh Muslimat Provinsi. Begitu juga yang dikecamatan harus patuh kepada Kabupaten,” katanya
Ia juga meminta Muslimat Minut membuka hari untuk satu tujuan dengan mentaati aturan-aturan yang ada.
”Mari kita semua tidak perlu mempermasalahkan hal-hal yang akan menghambat kemajuan kita. Berharap kedepan baik dari kelurahan dan kecamatan untuk dapat mengajak ibu-ibu agar anggota Muslimat Minut lebih banyak lagi,” tutup Soeprapti Djumangin
(**)






