𝙈𝙄𝙉𝙐𝙏 – Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Sekjen APKASI Joune Ganda menghadiri Town Hall Meeting yang bertajuk ‘Satu Tahun Berproduksi, Pangan Swasembada, Negara Kuat’ yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, di Ballroom Graha Mandiri, Jakarta. Selasa (22/10/2025).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja satu tahun pembangunan sektoral pangan di Indonesia dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sejumlah menteri, anggota DPR RI, serta perwakilan dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang diwakili oleh Joune Ganda.
Dalam presentasinya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, SE, MM, menegaskan bahwa pencapaian sektor pangan selama pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.
“Sampai Oktober 2025, kita berharap tidak ada lagi impor beras. Untuk diketahui, tahun lalu kita mengimpor sebanyak 4,52 juta ton. Jika hingga Desember mencapai nol persen impor, maka kita bisa mengklaim swasembada beras di tahun 2025,” ujar Zulkifli Hasan.
Zulkifli juga mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog sudah mencapai 3,8 juta ton.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa swasembada telah dicapai tidak hanya untuk beras tetapi juga komoditas lainnya, seperti telur dan ikan. “Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras seluruh kementerian yang berada di bawah koordinasi kami. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Bupati Joune Ganda memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dalam mewujudkan swasembada pangan dalam waktu singkat.
“Kami sangat bangga dan mendukung kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah,” ucap JG optimis.
Ditambahknya, untuk Pemkab Minahasa Utara, upaya swasembada pangan telah dilakukan secara maksimal, termasuk program “Mari Jo Ba Kobong” yang fokus pada optimalisasi lahan tidur dan pengembangan varietas padi unggulan.
”Kami akan terus bersinergi dengan Pemprov Sulut dan pemerintah pusat untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih baik,” tutup Bupati Joune Ganda.
(**)






